Wednesday, September 20, 2006

Frustrasi


Hari ini aku terhempas lagi oleh ombak yg besar. tubuhku terlempar dari biduk kecilku. aku tenggelam meski tidak seberapa dalam. air laut tertelan. dadaku sakit dan perih. aku marah meski telah lelah. dalam keadaan letih dan perih ku coba naik ke permukaan. padahal saat aku tenggelam terbesit di pikiranku untuk mengikuti saja raga ini dibawa ke dasar menuju palung yang gelap. tiba-tiba kulihat keatas permukaan, muncul bayangan ibuku, bapak, adik2ku, keponakanku yang bandel dan keponakanku yang kedua yang baru beberapa bulan melihat dunia, sahabat-sahabatku yang konyol dan rumit, mereka melambai, mengajakku untuk naik ke permukaan. terdengar sayup suara kecil di hati: "dunia masih membutuhkanmu kawan, kau masih berguna, legenda pribadi dan piramida kebahagian menunggumu didepan". kucoba juga untuk merangkak naik dengan napas yang tersisa. ya, sampai juga aku dibiduk kecilku. kedinginan, letih, lelah, marah, lapar dan kecewa pada sesuatu. sesuatu yang aku impikan atas nama cinta dalam mencapai legenda kebahagiaan. nyatanya kurasakan sesuatu itu telah pergi. jauh dan semakin menjauh. mencari kebahagiaannya sendiri. sesaat dalam keheningan, ku coba menatap lautan yang begitu luas. aku terombang-ambing sendirian. tanpa peta, tanpa kompas tanpa tahu arah tujuan. sementara lilin harapan sudah semakin menipis. apa aku tersesat, ku pikir tidak. hanya saja aku kehilangan intuisi dan gairah hidup. selama ini ku coba mendayung biduk kecilku menuju gairah dan mencari legenda pribadi. tapi nyatanya aku tersesat. apa aku tertipu oleh ilusi kasih sayang? mungkin saja iya, aku terlalu terburu-buru sementara angin tidak berpihak.

Terkadang aku membayangkan bahwa aku ingin seperti christoper colombus atau para pelaut pinisi yang melanglang buana keseluruh penjuru dunia. atau juga jeremiah johnson sebuah film cowboy yang aku tonton terakhir kali. serta juga seperti si janggut merah yang aku baca bahkan jack sparrow dalam perannya menjadi bajak laut. ya, aku adalah petualang. sendirian, sepi, terbakar, mencoba terus berlari, berjalan hingga terseok-seok. tapi aku puas bisa melihat sesuatu yang belum pernah aku saksikan sebelumnya. bisa merasakan apa yang tidak pernah aku rasakan. dan pada akhirnya ketenangan kureguk sebagai energi menghadapi ombak yang sama sambil bersenandung lagu petualang yang dinyanyikan iwan fals dalam kantata takwa. atas nama cinta kucoba menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab. karena hanya itulah yang diajarkan orang tuaku. saat ini yang kurasakan hanyalah kehampaan, kosong tanpa arti. gairah sepertinya sedang pergi menjauh. buat apa kalo tenaga ada tanpa gairah. yang tampak hanyalah makhluk loyo. dan terkutuknya, yang kuinginkan saat ini adalah tidur. tidur yang nyenyak dan panjang. bahkan terbersit dari bisikan iblis aku ingin tidur terus dan tidak bangun lagi. kemarin kubaca puisi Ehma Ainum Najib yang berjudul "Frustrasi":

Frustrasi!
Oleh: Emha Ainun Najib

Saudara-saudara!
Aku mau tidur
Tolong bantu doa
Agar tak bangun lagi

Gelora, gelora
Meleset dari dada
Gelora, gelora
Kau kemana

Sejak Kaukucilkan
aku dari sejuta gemuruh
Dari sejuta kepala
Yang bangkit
Dari sejuta tangan
Yang menuding!

Oh, Saudara-saudara!
Aku mau tidur
Tolong bantu doa
Agar kekal lelap mendengkur.....



dalam kalimat pembuka dan penutupnya: "Saudara-saudara! Aku mau tidur. Tolong bantu doa. Agar tak bangun lagi". hmmm, persis sekali yang aku rasakan...,frustrasi.

Yaah mudah-mudahan esok pagi ada petunjuk. kompas ataupun peta, meski sederhana tetaplah petunjuk yang berguna. tinggal kumpulkan energi ini dan tetaplah mendayung menuju legenda pribadi. oh ya, aku jadi ingat ibu. usianya sudah senja, raut mukanya sudah tampak berkerut-kerut dengan tubuh gemuknya. telah 20 tahun lebih ia berjuang membesarkan anak-anaknya dengan berdagang. tapi kemarin dari pagi hingga larut malam ia terus terjaga. menunggu pembeli yang mulai sepi. angin malam yang dingin menusuk tulang pun ia gubris. sampai tiba ia jatuh sakit, ia bilang "ini cuma sakit pusing biasa, kalo memang waktunya mati ya mati aja, nggak perlu repot-repot dibawa kedokter". aku terharu dan sedih. takut kehilangannya. semoga saja aku sekuat ibu, kemudian sayup-sayup terdengar lagu petualang......

Sang Petualang

Ciptaan: Robin, Iwan Fals
Lirik: Iwan Fals

Laut biru begitu lapang
Dan gelombang menghalau bosan
Petualang bergerak tenang
Melihat diri untuk pergi lagi

Ya sejenak hanya sejenak
Ia membelai semua luka
Ya sekejap hanya sekejap
Ia merintih pada samudera

Sebebas camar kau berteriak
Setabah nelayan menembus badai
Seiklas karang menunggu ombak
Seperti lautan engkau bersikap

Petualang merasa sunyi
Sendiri dikelam hari
Petualang jatuh terkulai
Namun semangatnya masih berkobar

Petualang merasa sepi
Sendiri dihitam hari
Petualang jatuh terkulai
Namun semangatnya bagai matahari

Sebebas camar kau berteriak
Setabah nelayan menembus badai
Seiklas karang menunggu ombak
Seperti lautan engkau bersikap

Ya sang petualang terjaga
Ya sang petualang bergerak
Ya sang petualang terkapar
Ya sang petualang sendiri



Gatot Subroto Jakarta Selatan, waktu magrib. 2006